Blog EntryTernyata Melucu Itu Susah Setengah MatiNov 1, '07 9:19 PM
for everyone

Tidak percaya?

Cobalah lakukan hal ini:

Anda diberi waktu sebentar saja, tidak lama-lama, hanya dua puluh menit. Kumpulkan teman-teman Anda sebanyak dua puluh orang, kumpulkan mereka dalam sebuah ruangan. Lalu, berdirilah di depan mereka, dan mulailah melucu.

Ukuran lucunya adalah: Anda harus bisa membuat mereka tertawa terbahak-bahak setiap lima belas detik. Jadi, dalam dua puluh menit, Anda harus bisa membuat mereka terbahak-bahak sebanyak 80 kali. Bisakah Anda? Syarat lain: tidak boleh ada lucuan itu yang diulang atau sama, dan lucuannya harus seger, baru, dan belum pernah didengar orang sebelumnya.

Bagaimana? Mau mencoba tantangannya?

Atau begini saja: tulislah sebuah script sitkom yang lucu berdurasi 20 menit. Dan, sama seperti di atas, setiap lima belas detik, produser Anda harus tertawa membaca naskah Anda. Karena kalau tidak, naskah Anda akan berakhir di tong sampah.

Sulit, kan? Iya, tentu saja. Karenanya tidak banyak komedian yang sukses, dan banyak penulis skenario sitkom yang menyerah saat baru menulis beberapa episode saja.[]


13 Comments
niwanda wrote on Nov 1, '07
Atau kalaupun nggak menyerah ya 'maksa'... alias nggak lucu sama sekali dan bisa jadi penonton malah menertawakan usahanya yang gagal itu...
ti2n wrote on Nov 1, '07
kenapa susahnya setengah?
maci27 wrote on Nov 1, '07
Tantangan tingkat tinggi nih...
Hmm, siapa ya yang berminat melakukannya?
Butuh keberanian yang tinggi untuk melakukan hal ini. Karena bisa jadi kalau lelucon kita sudah dianggap garing atau bikin BT, kitanya malah jadi down.
Iya nggak, Uda Melvi Yendra?

Eh,tunggu...sudahnya setengah ya? Jadi gampangnya setengah juga dong..
Beraninya setengah takutnya setengah juga, hehehe
ti2n wrote on Nov 1, '07
ti2n said
kenapa susahnya setengah?
ooo.... kata MATI-nya ngumpet ternyata...
dari sini gga keliatan.. cuman nyembul dikit :p
wiwieksulistyowati wrote on Nov 1, '07
Kudu bergaul ama orang-orang kocak n baca buku-buku lucu, kayaknya bisa sedikit membantu tuh :)
wiwieksulistyowati wrote on Nov 1, '07
Anda harus bisa membuat mereka tertawa terbahak-bahak setiap lima belas detik.
Musti terbahak-bahak ya? kalo cuma senyum doang ga boleh ?
sebuahrisalah wrote on Nov 2, '07
yee...kalo ane syeh paling jago ngacangi orang apalgi nyela orang...hehehe
lebih parah lagi kalo ada yang baca tulisan ini
pasti ane bisa nyelaaa...^_^
penulis2010 wrote on Nov 2, '07, edited on Nov 2, '07
Lucu dalam pengertian kayak gimana? Slapstick? Plesetan? Atau situasinya? Dua yang pertama paling disukai penonton Indonesia. Gampang buat pemain, tapi sumber sakit kepala buat penulis. Komedi situasi lebih gampang nyari idenya buat penulis, tapi tantangannya ada pada pemainnya:-)
amorita2005 wrote on Nov 3, '07
Pekan lalu saya berkesempatan nganter temen ke empat mata, dari belakang panggung saya lihat Om Thukul, ternyata dia lebih lucu tanpa skrip (setiap jeda iklan dia ngajak ngobrol semua orang). Spontanitasnya itu adaaa aja, dan walau pun rada katro gitu guyonannya tapi saya kagum dengan kecepatan dia mendapatkan bahan untuk dipakai ngelawak.
lastepisode wrote on Nov 8, '07
Lucu dalam pengertian kayak gimana? Slapstick? Plesetan? Atau situasinya? Dua yang pertama paling disukai penonton Indonesia. Gampang buat pemain, tapi sumber sakit kepala buat penulis. Komedi situasi lebih gampang nyari idenya buat penulis, tapi tantangannya ada pada pemainnya:-)
Bener Mas Taufik. Lebih pusing jadi penulisnya, ketimbang pemainnya hehehe. Honornya juga beda. :D
lastepisode wrote on Nov 8, '07
Pekan lalu saya berkesempatan nganter temen ke empat mata, dari belakang panggung saya lihat Om Thukul, ternyata dia lebih lucu tanpa skrip (setiap jeda iklan dia ngajak ngobrol semua orang). Spontanitasnya itu adaaa aja, dan walau pun rada katro gitu guyonannya tapi saya kagum dengan kecepatan dia mendapatkan bahan untuk dipakai ngelawak.
Yup. Tukul memang cerdas.
thefool wrote on Nov 30, '07
Humor memang makhluk unik yang memiliki sejumlah paradoks, Uda. Tiga di antaranya: humor itu serius. Dan salah satu "hukum" menulis humor adalah jangan berusaha melucu.

Terakhir, walaupun serius, tapi kalau terlalu serius, justru hilang. Bahkan ada ungkapan, membahas humor itu seperti membedah kata. Bisa dilakukan, tapi kataknya mati.

Semoga sukses kiprah dalam dunia komedi, Uda.
ratihsjatmiko wrote on Dec 11, '07
mel, cari warna yang laen dunk! mata gw sepet bacanya
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help